×
{{ results.post_category | category_uzone}}

{{ results.post_title }}

{{ results.post_date_stamp }} By
cnnindonesia.com

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut masih perlu menata hati selepas kepergian mendiang istrinya, Ani Yudhoyono. SBY juga kembali menangis ketika bercerita tentang Ani dalam perbincangan kemarin malam.

Tangisan SBY ini diceritakan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. Semalam ia berbincang bersama SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, beserta sejumlah kader Demokrat di ruang tamu Puri Cikeas, Kabupaten Bogor.

"Tadi malam kami berdiskusi (berbincang) untuk beliau menata hati sampai mungkin satu mingguan di Cikeas, nanti kemudian satu mingguan di Kuningan," kata Hinca.

"Kalau sudah bicara Ibu Ani, kami cerita begitu, masih menangis beliau (SBY). Kami mencoba menghibur."


Menurut Hinca, perbincangan bersama ketua umum Demokrat dan kedua putranya itu semalam berlangsung sampai pukul 23.45 WIB. Ia kemudian meminta SBY beristirahat setelah mendampingi almarhumah sejak Sabtu (1/6) sampai Minggu (2/6).

"Kami bilang Pak SBY untuk istirahat dulu. Nah apakah hari ini ada kegiatan lain? Beliau masih di sini, di Cikeas," tuturnya.

"Kami masih di sini, saya masih di sini mendampingi beliau, tim juga nanti datang ke sini," kata Hinca menambahkan.


Ani Yudhoyono meninggal dunia di Singapura pada Sabtu (1/6). Ia meninggal setelah dirawat sekitar empat bulan melawan penyakit kanker darah. Ani Yudhoyono kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (2/6).

SBY sempat mengaku sulit menerima kenyataan bahwa sang istri almarhumah Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono meninggal dunia.

"Saya terlalu emosional, saya harus jujur, saya sulit menerima keadaan ini. Saya sedang menata hati, bersama keluarga. Saya juga mohon doa semoga Almarhumah hidup tenang di sisi Allah. Saya mohon kepada semua agar diberi ketabahan," kata SBY di kediamannya, Sabtu malam.

SBY dan kedua putranya saat itu tak bisa menutupi kesedihan atas kepergian putri mantan Panglima RPKAD Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo itu. Mereka bertiga terlihat mengucurkan air mata saat jenazah dipindahkan dari rumah duka ke pendopo.

Tangis SBY bahkan sempat pecah saat menyampaikan pidato dan kata-kata terakhir untuk melepas Ani. Ketika SBY bercerita betapa tegarnya sang istri menjalani pengobatan kanker darah selama empat bulan hingga akhirnya meninggal dunia, tangisnya itu pecah.


Suara tegasnya berubah parau dan terbata-bata.

"She is very very very strong woman (dia adalah wanita yang sangat sangat kuat)," kata SBY dengan terbata menahan tangis.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault mengaku khawatir dengan kondisi SBY. Menurut Adhyaksa, Ani Yudhoyono adalah belahan jiwa SBY. Karena itu wajar jika SBY terlihat begitu sedih meski sudah mengikhlaskan

"Yang kami khawatirkan Pak SBY, karena beliau sangat cinta dan tadi beliau menangis terus sampai matanya bengkak," katanya kepada media di rumah duka Ani Yudhoyono, Puri Cikeas, kemarin.


Berita Terkait

408 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
09 agustus 12 September 2019 | 09:56:29

Semoga kesedihan ini segera berlarut yak gaes

Jalaluddin Ahmad 12 September 2019 | 08:39:49

sabar ,semoga bapak sby cepat sadar atas kepergian ibu ani

agus 12 04 September 2019 | 01:12:36

Semoga kesedihan ini segera berlarut yak gaes

Yeti Saniati 31 August 2019 | 14:44:41

Semoga Ibu Ani tenang di alam sana

Akbar Ali 31 August 2019 | 13:47:01

semoga amal ibadahnya di terima di sisi allah swt

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article