Nikita Mirzani Rela Dimadu

20 February 2018 by
Nikita Mirzani Rela Dimadu

Fenomena orang ketiga atau yang sering disebut sebagai pelakor tengah marak diperbincangkan di dunia hiburan. Bahkan tak jarang sosok istri pertama yang menjadi korban perselingkuhan suaminya, mulai berani untuk unjuk gigi menyerang pihak ketiga yang diduga sebagai pelakor. 

Hal tersebut pun dapat dilihat melalui beragam video tentang pelakor yang kini viral di media sosial. Terkait hal tersebut, aktris kontroversial, Nikita Mirzani pun ikut berkomentar. Ia tak memungkiri banyak video yang menampilkan sosok perempuan sebagai istri pertama yang mulai 'mengibarkan' bendera perang. 

"Which is itu bagus sebetulnya, tapi sekarang jadi lebay. Lebaynya itu kita kan harus tanya dulu, kenapa ada pelakor ini? Apakah karena rumah tangganya kurang harmonis, lalu dia mendapatkan kenyamanan dari perempuan lain atau memang laki-lakinya yang kegatelan," ungkap Nikita saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (20/2). 

Perempuan yang akrab dipanggil Niki ini menambahkan sebenarnya dirinya tidak masalah jika seorang pria menginginkan poligami. Apalagi jika pria tersebut sudah bicara dengan istrinya secara baik-baik. 

"Terkadang kan ada juga yang suaminya sudah bicara 'saya tidak nyaman dengan kamu, saya ingin menikah lagi biar rumah tangga kita jauh lebih baik, kamunya juga bisa lebih sabar'. Tapi 'kan terkadang istri pertama juga keras kepala ya. Maunya enggak bisa 'gue yang pertama gua enggak mau ada yang kedua'. Padahal asal Anda tahu, semua istri-istri di luar sana yang sah, bila kamu mengikhlaskan suami untuk menikah lagi, maka anda akan mendapatkan surga," bebernya. 

"Itu pun memang ada di agama. Boleh poligami asal suaminya itu adil dalam berbagai hal. Kalau dia mau merasa kenikmatan saja ya lebih baik sama istri pertama saja," tambahnya. 

Bintang film 'Jakarta Undercover' tersebut mengaku jika berada di posisi istri pertama, ia bersedia untuk dipoligami ketimbang jadi korban perselingkuhan. Izin poligami pun akan diberikan selama alasan yang diberikan sang suami masuk akal. 

"Alasannya dulu ditanya, kalau make sense ya silakan, gue yang akan menikahkan. Kalau selingkuh itu beda cerita, selingkuh itu kan diam-diam, berarti kalau gue diselingkuhin, dia yang akan gue hajar. Kenapa? Karena gue sudah melakukan semuanya begitu, seperti cabe-cabean di luar sana," ujarnya. 

Niki yang saat ini tengah menjalani hubungan asmara dengan seorang pria bernama Dipo Latief sangat yakin kalau kekasihnya tersebut tidak akan macam-macam, meskipun banyak perempuan yang tergila-gila menggoda. 

"Cabe-cabeannya banyak ngejar gitu. 'Kan secara ya pacar gue manis banget, banyak gangguan-gangguan tapi Alhamdulilah yang sekarang baik-baik dan setelah gue lihat, selama beberapa bulan menjalani hubungan, ini laki-laki yang sangat bertanggung jawab dengan keluarga, anak-anak, dan sangat respect dengan perempuan. Kalau ada cabe-cabean, ayam-ayaman yang menggoda, dia akan membalas dengan kata-kata yang sangat amat terhormat dan lembut," katanya sambil tertawa. 

Berarti Nikita siap dong untuk dipoligami, kelak bila sudah menikah kembali? 

"Siap dong. Karena 'kan di Islam memang ada poligami, tapi asalkan saya enggak bisa memberikan anak, pokoknya semua itu banyak alasannya harus ditanyain dulu," tutup artis berusia 31 tahun tersebut. 

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

loading...
40 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Intan Agustiani 07 December 2018 | 09:50:42

seharusnya sih nggk usah mau ya

Halloween Kill Day's 05 December 2018 | 22:05:02

seharusnya nggak usah mau di poligami tuh

If my dead this day 05 December 2018 | 18:42:41

seharusnya sih nggak usah mau ya

Cobra Sword 05 December 2018 | 04:27:26

seharusnya memang begitu setiap pasangan pasti bermadu

Armada Band 04 December 2018 | 21:19:05

seharusnya sih nggak usah mau ya

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top